Minggu, 27 Maret 2011

3 Alasan Mengapa Kucintai Orang Miskin

Kalau kau tergolong kaya, kuharap kau tidak cemburu kalau-kalau aku lebih mencintai orang-orang miskin daripada dirimu. (*Heheha… Mode GR: on. Sesekali GR mengenai dirimu, gak pa pa, ya!*) Ada sejumlah alasan yang menurutku masuk akal, juga masuk hati. Yang paling utama mungkin tiga alasan berikut ini.
1) Allah memuliakan orang-orang miskin, sehingga mereka lebih dulu masuk surga daripada orang-orang kaya. Nabi Muhammad saw. bersabda:
Kalian akan berkumpul pada hari kiamat, lalu diseru [oleh Allah], “Manakah orang-orang fakir-miskin dari umat ini?” Lalu mereke berdiri, kemudian ditanyai, “Apa amal kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, Engkau telah menguji kami, lalu kami bersabar menghadapinya, sedangkan Engkau memberikan harta dan kekuasaan kepada orang-orang selain kami.” Allah SWT berfirman, “Kalian benar.” Maka mereka masuk ke surga lebih dulu daripada orang-orang lainnya, lalu perhitungan yang berat pun ditimpakan atas orang-orang kaya dan penguasa.” (HR Thabrani dan Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar r.a, terdapat dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (3590))
2) Orang-orang miskinlah yang paling mudah aku mintai bantuan ketika aku berada dalam keadaan terpuruk, bahkan seringkali mereka menawarkannya sebelum aku memintanya. Sebaliknya, orang-orang kaya ternyata sulit untuk aku mintai bantuan. Pun diantara mereka belum ada yang menawariku bantuan sebelum aku memintanya. Aku tak tahu mengapa begitu. Apakah dalam hal kepedulian sosial, orang miskin itu lebih peka? Apakah orang-orang kaya itu pelit ataukah aku kurang gaul di lingkungan orang kaya? (Lihat “Penulis Romantis (2): Jalan Sunyi“.)
3) Aku juga ingin menjadi orang miskin di hadapan Allah (walau tampak kaya di hadapan orang lain). Seperti yang sudah kusebutkan di atas, orang miskin itu dimuliakan Tuhan, bukan? Siapa tak mau dimuliakan Tuhan?
Begitulah alasan-alasanku. Apakah kau dapat menerimanya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar